80s toys - Atari. I still have
Foto gagi

dodiiiiii
lingkungan mempengaruhi manusia dan manusia mempengaruhi lingkungan

Nama:Benny Muhamad Nurul Huda
NPM :431150103
Kelas: Akuntansi 1A


PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Manusia adalah mahluk hidup ciptaan tuhan dengan segala fungsi dan potensinya yang tunduk kepada aturan hukum alam, mengalami kelahiran, pertumbuhan ,perkembangan, dan mati, dan seterusnya, serta terkait serta berinteraksi dengan alam dan lingkungannya dalam sebuah hubungan timbal balik baik itu positis maupun negatif. Manusia hidup
di dalam lingkungan dan
berinteraksi dengannya. Ia
perlu air, perlu tanah, perlu udara, perlu ruang hidup yang
semuanya adalah komponen
lingkungan. Ia juga
mengeluarkan limbah padat,
cair, dan gas yang berpotensi
merusak lingkungan. Langsung tak langsung
manusia mempengaruhi
lingkungan dan dipengaruhi
juga oleh lingkungan.
PEMBAHASAN
Pada awalnya manusia berpendapat bahwa setiap kelakuan manusia pastilah dipengaruhi oleh lingkungannya kemudian karena perkembangan keilmuan manusia, manusia mencoba untuk mempengaruhi lingkungan dengan awal mula nya diawali oleh era bercocok tanam. Sehingga manusia tidak hanya menerima pengaruh dari lingkunganya, tetapi juga berperan memberi pengaruh yang besar terhadap alam. kehadiran manusia di bum ini semakin memperkaya proses dinamis bumi yang sudah berlangsuna sejak awal keberadaanya,. manusia dapat mengeringkan laut menjadi daratan, membuat hujan buaatan, juga mengubah rawa rawa menjadi pemukiman yang asri, dan sebagainya. bisa dikatakan bumi sudah tidak lagi mengalami proses dinamis sendiri saja, melainkan sudah melibatkan manusia.
Cuaca, umumnya bervariasi dari hari
ke hari. Iklim, dan kondisi cuaca,
memiliki pola-pola yang tetap dan
hampir konstan dari tahun ke tahun,
sehingga kita tahu akan apa yang
disebut dengan musim. Di Indonesia, kita hanya mengenal
dua macam musim, yaitu musim panas
dan musim dingin, sementara di lain
negara di belahan bumi atas dan
belahan bumi bagian bawah dapat
merasakan adanya musim semi, musim gugur, musim dingin dan
musim panas. Indonesia hanya ada
dua musim dikarenakan letak
geografis indonesia yang berada tepat
di bagian equator bumi atau tepat di
bagian tengah bumi.
Indonesia
dibagi
ke dalam
dua
periode
musim.
Periode
pertama adalah
bulan
April-
September
yang
merupakan musim
kemarau, dan bulan Oktober-Maret yang merupakan musim penghujan. Sekarang, seiring berkembangnya teknologi yang semakin modern sekarang ini, perbedaan pergantian musim tersebut malah menjadi semakin kabur. Kemajuan teknologi yang pesat justru tidak diimbangi dengan perkembangan lingkungan yang sehat. Perubahan musim yang semakin tidak kentara tersebut merupakan salah satu indikasi pola lingkungan yang sudah sangat berbeda dari waktu ke waktu. perubahan-perubahan yang terjadi disebabkan oleh pressure terhadap bumi yang semakin meningkat. ”Pressure terbesar yang mempengaruhi perubahan tersebut adalah aktivitas manusia sendiri,”. Berbagai aktivitas manusia yang mempengaruhi lingkungan tersebut di antaranya adalah pencemaran akibat limbah, pembuangan sampah gas, padat, maupun cair, serta eksplorasi SDA yang berlebihan. pencemaran lingkungan adalah proses masuknya zat asing yang seharusnya tidak diterima ke dalam sistem lingkungan dalam jumlah yang besar. Penerimaan zat asing yang tidak seharusnya inilah yang menyebabkan pergantian musim menjadi bergeser dan tak tentu. “Bahkan kualitas musim juga menjadi semakin menurun,”. curah hujan yang tidak merata di berbagai tempat, area yang dulu tidak banjir sekarang banjir, hingga kenaikan suhu udara dan kekeringan, sebagai bukti nyata dari penurunan kualitas musim.
Kondisi cuaca yang tak
menentu
disebabkan berbagai
gangguan cuaca yang terjadi di sekitar
khatulistiwa sehingga
menimbulkan anomali.
Ditengarai, gangguan ini
merupakan dampak
perubahan iklim yang terjadi secara global. Dua gangguan cuaca itu
adalah terjadinya fenomena
Madden-Julian Oscillation
(MJO) di luar siklus normal
dan meningkatnya suhu
permukaan laut di Samudera Hindia. Hal ini
mengakibatkan cuaca saat
ini, yang seharusnya
memasuki kemarau, dilanda
hujan. Terkait semua hal itu, banyak hal konkrit yang
sebenarnya bisa dilakukan oleh masyarakat untuk mengelola lingkungan menjadi lebih baik. “Pertama tentu kita mulai dari level individu atau rumah tangga, mari kita coba untuk sesedikit mungkin menghasilkan limbah, misalnya menghemat penggunaan tas plastik, AC, listrik, air, dan berbagai penyebab limbah lainnya,”. Pada level industri, industri harus mengembangkan teknologi yang ramah lingkungan, proses produksi dengan skala efisiensi yang tinggi, serta melakukan pengolahan limbah industri menjadi limbah yang tidak memberikan dampak negatif yang besar. Substitusi bahan-bahan baku yang bergantung sepenuhnya pada alam juga harus mulai dilakukan agar tidak semakin merusak alam.